Rabu, 15 Februari 2012

BELANTARA SAINS

Prof mengajar dengan ketulusan
Mungkin terasa asing mendengar "Belantara Sains" , Bimbingan Belajar yang hadir di bilangan Jakarta Barat tepatnya di Cengkareng Indah BlokAC No.33 Jakarta ini.
Awalnya Bimbel ini bernama Quantum Trisetia Learning, namun setelah menemukan konsep-konsep belajar terbaru, akhirnya sejak November 2011 berubah nama menjadi BELANTARA SAINS. Perubahan nama ini tentu saja membawa perubahan nuansa baru dalam proses belajar dan mengajar. Dimulai dari pembelian suatu rumah untuk dijadikan Tempat Bimbel, Penyediaan Ruangan Ber AC dengan kursi belajar yang nyaman, ditambah lagi Beranda depan sebagai kantin dan ajang berdiskusi semakin menjadikan Bimbel ini menjadi Bimbel yang bertumbuh dengan pasti.
BELANTARA berarti suatu tempat hijau yang dipenuhi pepohonan yang menggambarkan ketenangan, kesejukan, dan misteri. Banyak misteri alam yang sesungguhnya perlu untuk dipecahkan dengan berbagai ilmu pengetahuan alam (sains). Tetapi dalam hal memecahkan masalah itu perlu juga adanya kehidupan yang sering disimbolkan dengan warna hijau pepohonan. Hal inilah yang mendorong kami menjadikan nama BELANTARA SAINS untuk bimbel ini.
Memecahkan misteri alam akan merangsang siswa-siswi menggali ilmu lebih dalam, menyukai belajar tetapi dengan segala kerendahan hati, belajar bukan hanya untuk sukses tetapi berguna bagi orang lain......
BELANTARA SAINS adalah pilihan tepat untuk mendalami ilmu pengetahuan alam dan matematika, selain belajar reguler juga ada forum diskusi dan jalinan persahabatan sesama murid.....
SEGERA BERGABUNG

Little Josh

Little Josh adalah sebutan akrab bagi "Josua Layadi". Siswa SMA Negeri 78 ini merupakan siswa yang paling lama menuntut ilmu di BELANTARA SAINS sejak kelas VIII SMP sewaktu dia masih sekolah di SD Seraphine. Profile yang kalam, tenang, rajin, dan bersahabat adalah ciri khas yang selalu menghiasi hari-hari dari siswa Belantara Sains ini.
Little Josh merupakan siswa yang sangat mengetahui sejarah perjalanan "BELANTARA SAINS" yang dimulai dari satu kelas hingga dalam kurun waktu yang singkat telah mengalami kemajuan pesat baik dalam fasilitas, murid, dan siswa.
Little Josh....itu nama dari Josua Layadi...tetap fokus dalam cita dan cinta...heheheh........

SUKSES SELALU BUATMU "LITTLE JOSH"

Selasa, 14 Februari 2012

BELANTARA SAINS...WAOW

Belantara Sains bergerak perlahan namun pasti....kini dengan tambahnya seorang pengajar Biologi semakin terasa bahwa Belantara Sains adalah wahana menuntut dan memahami pelajaran-pelajaran sains seperti Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.
Tahun ini Belantara Sains tepatnya pada semester baru nanti, Belantara Sains akan memunculkan modul-modul yang kreatif sehingga setiap siswa akan semakin bergairah dalam belajar Ilmu Pengetahuan Alam......
Tunggu apa lagi ....segera bergabung dengan kami.....

Alamat: Cengkareng Indah Blok AC No.33

Minggu, 08 Januari 2012

2012 PINDAH TEMPAT

Ini dia tempat Belantara Sains yang baru, di Cengkareng Indah blok AC no.33
Ayo gabung di tahun 2012 ini..

Selasa, 01 November 2011

PROMOSI BULAN NOVEMBER 2011

BIMBEL "BELANTARA SAINS" kembali mengadakan PROMO BULAN NOVEMBER 2011. Bagi siswa-siswi BELANTARA SAINS yang berhasil mengajak teman-temannya les di Bimbel ini akan mendapatkan "BONUS STUDENTS GET STUDENTS" . Nilainya dapat dilihat di papan pengumuman Bimbel BELANTARA SAINS..
Ayo ajak teman-temanmu untuk segera bergabung dan bagi yang belum bergabung kami beritahukan bahwa BIMBEL ini telah menambah 2 (dua) guru asisten yang selalu hadir di kelas SD dan SMP sehingga diharapkan setiap siswa/i dapat lebih leluasa dan memiliki banyak waktu untuk bertanya.....

AYO TUNGGU APA LAGI....segera bergabung dengan kami......

SEPUTAR UAN


MENGAJAR DENGAN PENUH KETULUSAN
 Adanya sementara keraguan dari sebagian kalangan tentang Ujian Nasional ternyata ditepis secara resmi oleh Kementrian Pendidikan Nasional RI. Adalah Prof. DR. Fasli Jalal yang menjabat Wakil Mendiknas yang menyatakan bahwa Ujian Nasional akan tetap dilaksanakann karena sudah didukung oleh presiden dan menteri. Pernyataan itu disampaikan oleh Prof. DR. Fasli Jalal dalam pidatonya saat membuka Lokakarya Manajemen Penyelenggaraan Ujian Nasional 2012 yang mulai 23-25 di Hotel Salak, Bogor.
Dilain pihak Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional (Balitbang Kemdiknas, Khairil Anwar, menyatakan kebijakan UN tidak akan berubah. Dan sepengetahuannya belum ada arahan dari Mendiknas untuk melakukan perubahan kebijakan UN.
“Kebijakan UN sebagai penentu kelulusan tidak akan berubah dengan porsi 60:40, namun secara teknis akan terus disempurnakan. Dan juga akan kita kaji mengenai tingkat kesulitan soal, distribusi dan pengamanannya,” tutur Khairil, Senin (26/9).

Meski begitu, untuk menjamin kualitas UN agar mengalami peningkatan kualitas di setiap tahunnya, Balitbang Kemdiknas bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menggelar lokakarya nasional dengan tema “Manajemen Penyelenggaraan Ujian Nasional 2012: Peningkatan Kualitas, Akseptabilitas, dan Kredibilitas Ujian Nasional”.
Lokakarya nasional ini digelar di Bogor selama tiga hari, 23-25 September 2011, dan dihadiri oleh seluruh pihak terkait. Seperti seluruh Kepala Dinas Pendidikan se-Indonesia, perwakilan guru, komite sekolah, dewan pendidikan dan lain sebagainya.
“Lokakarya ini merupakan forum diskusi perumusan untuk UN yang lebih baik. Karena UN ini sendiri mendapat dukungan beragam pihak,” kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas), Fasli Jalal, saat membuka lokakarya tersebut, Jumat (23/9), di Kantor Pusat Kemdiknas, Jakarta.
Fasli menjelaskan, dalam lokakarya ini, nantinya secara khusus akan dibicarakan mengenai evaluasi UN sebelumnya seperti memperbaiki organisasi, manajemen, dan mekanisme penyelengaraan UN tahun depan. “Ini untuk mendapatkan hasil ujian yang berkualitas, kredibel dan akseptebel. Juga mampu meningkatkan kejujuran,” ujar Fasli.
Nilai UN Bisa Dijadikan Syarat Untuk Seleksi PTN
Tahun 2012 hasil ujian nasional (UN) bisa diintegrasikan untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Terlebih, hal tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama.
Hal itu diungkapkan peneliti pendidikan dari Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Drs. Safari, M., P.A.U. kepada wartawan di sela-sela lokakarya pendidikan Kota Bandung di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 9, Jln. Soekarno-Hatta Bandung, Rabu (28/9).
“Namun pasti atau tidaknya adalah kebijakan pemerintah, saya tidak bisa memastikan,” ungkap Safari.
Dikatakan, keinginan diintegrasikan nilai UN ke PT ini, karena nilai UN-nya sama (standar). Sementara perguruan tinggi negeri hasil ujiannya belum standar. “Inilah yang menjadi dasar, kami menginginkan nilai UN bisa menjadi syarat masuk ke PTN,” tandasnya.
Menurutnya, secara pelaksanaan, UN sudah berjalan lancar dan sempurna. Yang perlu disempurnakan, adalah masalah teknisnya saja, terutama untuk masuk ke PTN.
“PTN harus menerima, karena wacana ini sudah dibicarakan dan disetujui semua pihak,” tambahnya.
Menurutnya, dari hasil penelitian, pelaksanaan UN di Indonesia dicemburui negara lain, terutama dari sisi teknis pelaksanaan. Selain itu, standar nilai UN pun sama, yakni 5,5 sekalipun standar nilai UN masih terbilang kecil.
“Di negara lain, seperti Malaysia dan Singapura standar nilai ujian minimal 7,” tandasnya.
Safari menyebutkan, UN untuk mengukur kemampuan siswa yang dilaksanakan secara nasional. Sementara materi yang diujikan adalah minimal pelajaran yang telah diajarkan di sekolah.
“Tidak mungkin materi yang diujikan adalah pelajaran yang tidak diajarkan di sekolah,” katanya.
Adanya yang kontra mengenai UN ini, karena materi yang di UN tidak sesuai dengan yang diajarkan. Safari mengatakan, harusnya sekolah introspeksi, karena para gurunya mengajar tak benar.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Prof. Dr. Wahyudin Zarkasyi menyebutkan, diintegrasikannya hasil UN untuk masuk PTN memang sudah dibicarakan dan akan diujicobakan pada tahun 2012 mendatang. Namun, memang ada beberapa teknis pelaksanaan yang harus disempurnakan.
“Khusus mekanisme pelaksanaan UN yang diintegrasikan masuk ke PTN,” tambahnya.
Wahyudin mengaku sangat mendukung hasil UN bisa dijadikan prasayarat untuk masuk PTN. “Namun ada beberapa yang harus disempurnakan,” tandasnya.
Sementara Ketua Dewan Pendidikan Kota Bandung, Kusmeni Hartadji menilai, pemeritah belum siap mengintegrasikan hasil UN untuk menjadi prasyarat masuk ke PTN. Selain sistem pelaksanaan yang belum sempurna, masih terjadi ketidakjujuran di antara para siswa maupun pengawas dalam pelaksanaan UN.

Sabtu, 29 Oktober 2011

BELANTARA SAINS JAMAN DULU (JADUL)

Aurelia
Feby Arci Vina
Sejak dimulainya Bimbel yang beralamat di Jalan Gotong Royong ini sejak 2005 meski sangat sederhana namun telah terbukti diminati oleh siswa-siswi yang memang memiliki minat belajar yang tinggi. Hal ini dibuktikan beberapa siswa yang telah belajar di bimbel ini sejak Sekolah Dasar hingga akhir Sekolah Menengah Umum (SMU).
Keunikan lain bimbel ini adalah terjalinnya jalinan persaudaraan sesama murid alumni Bimbel ini, tentu saja hal ini sangat berguna di masa depan dimana sebagai generasi penerus maka siswa-siswi inilah nantinya yang akan memainkan peranan di masa depan.
Beberapa Photo berikut adalah sebagian kegiatan di masa lalu.....
Aurelia dan Jessica
SEMASA KELAS 3 SMP
KINI SUDAH MAHASISWA